Skip to main content

Posts

Diary of My First Travelling : Move and Take a Walk (Day 4)

Vihara yang dikunjungi Sabtu, 17/01/2016 Pada hari keempat ini , kita mulai untuk bergegas pindah ke hotel lain. Alasannya yaa cuman mau dapat suasana baru saja trus cari yang lebih murah juga hahaha. Beberapa hari sebelumnya sebenarnya kita sudah mencari lokasi penginapan murah di sekitar bukit bintang. Dan yaa, kita dapat tempat yang murah dan lokasinya strategis. Tenang saja, ada banyak penginapan di daerah Bukit Bintang. Tinggal di sesuaikan saja dengan kantong kita . Tipsnya: ada banyak penginapan-penginapan yang tak terlihat di pinggir jalan . Ada yg letaknya dilantai dua/tiga dan tidak tampak dari luar karena lantai dasar dijadikan sebagai tempat jualan/ warung makan. Itupun , tangga naiknya keciiil sekaliii , mungkin lebarnya hanya cukup satu orang . Ada banyak pokoknya yang seperti itu, jadi mata harus jeli soalnya biasa hanya tampak dari kertas selembaran yang tertempel di dinding bahwa ada penginapan di lantai atas. Alhasil kita menemukan hotel yang ...

Poem : Pencari Tuhan

Aku mengenal Mu tapi, Kau lebih mengenalku Sepenggal doa ku persembahkan,   Secercah cahaya ku antarkan Segelintir bayangan menjadi saksi Bahwa kita sering bersua dan mendua Pencitraan, Ya, semua ini hanya pencitraan Pencitraan kepada sang Pencipta dan Pencinta Namun, Aku tak menemukan Mu Bahkan di setiap pertemuan kita Aku selalu berusaha menoleh Tapi, Kau tak kunjung datang Ya, aku melakukan semua ini untukMu Tapi, sungguh Aku tak merasakan apapun Entah karena mati rasa ataukah aku memang telah dimatikan oleh rasa Aku akan terus mencariMu Hingga kita saling bertatap di tempat perabadian yang sesungguhnya

RESENSI BUKU "REACH YOUR DREAMS" WIRDA MANSUR

Allah Dulu, Allah Lagi, Allah Terus Keluarga Tak Akan Pernah Tergantikan When Someone Hates You  How to be a good teenager Raih Dunia Lewat Alquran  Beberapa poin di atas adalah gambaran isi dari buku penulis Wirda Mansur ini. Bagaimana seorang remaja  yang dimasa kecilnya justru memutuskan untuk tidak melanjutkan bangku sekolah di tingkat SMP. Wirda berkeyakinan untuk menjadi seorang penghafal Qur'an di usia dini. Namun, siapa yang menyangka bahwa awal mula Wirda memutuskan untuk berhenti sekolah sebenarnya adalah karena mata kuliah matematika yang sangat menyusahkan. Wirda berkeyakinan bahwa hal tersebut adalah keputusan yang tepat. If there is a dream, there is a life. Lewat buku ini, Wirda berbagi semangat kepada pembaca untuk selalu percaya bahwa akan ada selalu jalan untuk impian, bahwa jalan impian tidak harus selalu mahal. Bahkan GRATIS! "Raih Dunia lewat Alquran". Itu prinspnya.

RESENSI BUKU "TOTTO CHAN, GADIS CILIK DI JENDELA"

Hard cover, Buku Totto Chan, Cetakan 18 Ibu Guru menganggap Totto-chan nakal, padahal gadis cilik itu hanya punya rasa ingin tahu yang besar. Itulah sebabnya ia gemar berdiri di depan jendela selama pelajaran berlangsung. Karena para guru sudah tak tahan lagi, akhirnya Totto-chan dikeluarkan dari sekolah. Mama pun mendaftarkan Totto-chan ke Tomoe Gakuen. Totto-chan girang sekali, di sekolah itu para murid belajar di gerbong kereta yang dijadikan kelas. Ia bisa belajar sambil menikmati pemandangan di luar gerbong dan membayangkan sedang melakukan perjalanan. Mengasyikkan sekali, kan?

Diary of My First Travelling : Sparkling of Kuala Lumpur (Day 3)

Sabtu, 16/01/2016           Hari ketiga berada di Kuala Lumpur. Kami mulai beraktivitas pada pukul 11.00 waktu setempat. Cuaca cukup mendung tapi tak menyurutkan rencana kami untuk berkeliling menjelajahi negeri jiran ini. Seperti biasa, kita menggunakan bus GoKL, bus gratis J . Pukul 12.00 kita tiba di dataran merdeka. Saat itu hujan turun sangat deras. Kita menunggu hujannya reda, karena tempat yang akan kita kunjungi adalah tempat terbuka. Pukul 12.20 hujan mulai reda. Kita memulai perjalanan menuju KL city Gallery. Tempat yang pada umumnya wisatawan kunjungi. Tapi, sebelum berfoto di tulisan “I love KL” itu, kita masuk ke muzium musik. Masuknya free dan berada pas di samping KL city Gallery. suasana hujan deras, baru saja turun dari bus KL City Galery Yang menarik di sekitar dataran merdeka itu, bukan cuman tulisan “I love KL”nya saja, tapi ada juga city gallery, tapi sayangnya harganya cukup mahal untuk masuk ke dala...

Seleksi PPAN Makassar : Belum rejeki tapi mengajarkan saya banyak hal didalamnya

            Ada banyak pengalaman baru yang saya dapatkan selama proses seleksi PPAN kemarin. Mulai dari tahap pertama (2015), saya mulai mengumpulkan beberapa berkas yang telah ditentukan. Kebetulan, hari itu bertepatan dengan salah satu jadwal final saya. Pengumpulan berkas dan tes tertulis dimulai pukul 10:00, begitupun dengan jadwal finalku. Saya harus memilih salah satunya. Saya mulai bingung dan berpikir, bagaimana saya dapat menyelesaikan keduanya tanpa ada yang terkorbankan. Akhirnya saya lebih memilih untuk mengikuti final. Karena saya menyadari, kuliah tetaplah yang utama. Namun, karena saya juga ingin mengikuti selesksi PPAN, akhirnya saya menyelesaikan final dengan waktu yang sangat cepat. Saat saya mengumpulkan jawaban finalku, teman-teman yang lain masih sangat sibuk untuk menulis, mungkin mereka berfikir saya tau semua jawabannya padahal tidak. Hehehhe.. Akhirnya saya sampai di tempat seleksi hampir pukul 12 sian...

Diary of My First Travelling : Dare to Go Far Away (Day 2)

Jumat, 15/01/2016      Hari kedua saya, Ade dan Dani mulai mempunyai keberanian untuk berkeliling lebih jauh lagi. (Mau tidak mau harus berani sih soalnya kita travellingnya tanpa guide :D ). Kali ini tujuan kita adalah Batu Caves. Bermodalkan peta saku yang dapat dibawa kemana-mana dan tentunya searching di om google untuk info lebih detailnya lagi. Berhubung kita travellingnya ala backpacker yang low cost gitu, jadi kita carinya selalu yang gratisan hehehe. Untung saja ada jalur bus Go KL yang dapat mengantarkan kami ke stasiun komuter menuju ke Batu Caves FREE.      Jadi, untuk sampai di Batu Caves itu kita harus naik bus Go KL Red Line dan menuju ke Pasar Seni. Halte Pasar Seni ini merupakan halte persinggahan. Jadi, penumpang yang menuju ke Pasar Seni adalah penumpang terakhir, walaupun masih ada penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan, harus turun dulu sambil menunggu supir bus selesai beristirahat.    ...