Skip to main content

Posts

Showing posts with the label merauke

Kotak Kecil

Gedung telah hadir dgn begitu kokoh dan indah Tapi sayang, Penghuninya saling tak berjodoh dan tak bersahaja Maka, apa yang kau cari? Berbicara di balik dinding Mengurai semua aib dari matamu Menilai watak seseorang secara tak pantas Tidak kah kau sadari, Bahwa kau telah memakan daging bangkai saudaramu sndri? Setiap hari Yaa, 3 kali sehari Layaknya minum kapsul penambah semangat Bagaimana hati tidak bersih Bagaimana hati bisa tenang Bagaimana hati bisa jujur Ketika semua hanya fatamorgana Memberi harapan, memasang topeng Tapi ternyata ruang kotak kecil Kau buat bagaikan tempat sampah Mengungkap semua yang tak layak Kotak kecil ini akan menjadi saksi Bahwa lisan telah berhasil memenjarakan hati Namun sebenarnya sang penulis pun tak pantas mengunhkap ini Pertanda aku tak ada bedanya seperti kau Tapi aku hanya terpatri dalam hati Sedangkan kau, mengoceh tiada henti hingga berhari-hari, sepanjang hari Sekian. "Salam damai dari seorang w...

CeMar (Cerita Merauke) : Pertama Kali Merantau ke Ujung Timur Indonesia

Atas: Ikon kota Merauke Lingkaran Brawijaya (Libra), Bawah: Mesjid Raya Merauke Salam dari ujung timur Indonesia. Ya, Papua. Apa yang terpikirkan dibenak kamu saat mendengar kata ‘Papua’? Kulit hitam, rambut keriting, cuaca panas, mahalnya bahan-bahan pokok, rusuh, dan masih banyak lagi kan ? Setidaknya ada salah satu dari kata tersebut yang terbersit di pikiran Anda. Benar tidak ? Hahaha Ya, sayapun demikian. Apalagi saat membaca SK bahwa saya mendapatkan penempatan di Merauke. Merauke guyyys ??. Shock ? Ya. Sedih ? Ya. Nangis? Jangan ditanyakan lagi. Kenapa bisa shock, sedih, dan nangis ?? Ya, karena ketika mendengar kata Papua, apalgi ujung timur Indonesia, pasti orang-orang akan memberikan kesan yang buruk bagi saya. “Hati-hati di sana ya, nanti dibusur”, “Wihh, mahal-mahal itu disana apa-apa”, “Dehh, jauhmu pergii”, “Wah, nanti ko balik kulitmu sudah eksotis”, “Adaji sinyal disana?”. Entah kenapa jarang-jaran...